
Di perusahaan besar seperti KALLA, sistem dan proses telah dibangun dengan sangat solid. Target kerja jelas, peran tiap individu terstruktur, dan standar operasional tersedia dengan rapi. Lingkungan seperti ini memungkinkan organisasi berjalan stabil dan konsisten.
Namun, di tengah sistem yang kuat, perusahaan tidak hanya membutuhkan individu yang mampu menjalankan tugas, tetapi juga SDM yang memahami arah.
Dunia bisnis terus bergerak dan berubah. Tantangan hari ini bisa sangat berbeda dengan tantangan esok hari. Dalam kondisi seperti ini, organisasi memerlukan lebih dari sekadar pelaksana. Yang dibutuhkan adalah individu yang mampu mengendalikan, mengambil inisiatif, dan menggerakkan perubahan.
Perbedaan itu sering kali terletak pada mindset.
Ada dua tipe cara berpikir yang sering kita temui.
Yang pertama adalah Passenger mindset: “Saya disuruh apa?”
Yang kedua adalah Driver mindset: “Apa yang bisa saya lakukan?”
Perbedaannya bukan pada jabatan, kepintaran, atau lama bekerja, melainkan pada kesadaran untuk mengambil peran aktif. Pertanyaannya sederhana, namun reflektif: selama ini, apakah kita hanya ikut dalam perjalanan, atau sudah berani memegang setir?
Menjadi Driver bukan berarti harus selalu paling tahu atau paling unggul. Ia tentang kesadaran akan peran, keberanian untuk bertanggung jawab, dan kemauan untuk terus bertumbuh. Kabar baiknya, mindset seperti ini bukan bawaan lahir—ia bisa dilatih dan dikembangkan.
Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Kalla Institute meyakini bahwa SDM unggul tidak lahir secara kebetulan. Mereka tumbuh dari mindset yang tepat, yang terus diasah seiring perubahan zaman.
Karena itu, 2026 bukan waktunya lagi sekadar mengikuti arus. Ini adalah saatnya menyiapkan SDM yang siap menggerakkan arah.
