
Mengupas Tuntas Fundamental Keuangan UMKM: Dari Biaya Hingga Titik Impas Bersama PPBM Kalla Institute dan Lazuna Chicken

PPBM Kalla Institute kembali menyelenggarakan in-house training untuk tim Lazuna Chiken yang bertajuk “Fundamental Finance for UMKM” di Makassar. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Training yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Oktober 2025, ini secara spesifik membahas bagaimana pelaku usaha dapat mengelola biaya dengan efektif, menghitung harga pokok produksi, hingga menentukan harga jual yang tepat agar bisnis lebih berorientasi pada profitabilitas.
Dari Biaya Menuju Profitabilitas (From Cost to Profitability)
Dalam dunia usaha, banyak pelaku UMKM yang berjuang keras untuk mempertahankan bisnisnya, namun tidak sedikit yang tersandung karena lemahnya pengelolaan keuangan. Tujuan utama dari training ini ialah diharapkan peserta mampu:
- Mengidentifikasi dan menghitung biaya bisnis.
- Menentukan harga pokok penjualan (HPP) dan harga jual yang tepat.
- Memahami konsep Break Even Point (BEP) dan menilai kinerja keuangan usaha.
1. Peran Vital Laporan Keuangan bagi UMKM
- Laporan keuangan terbukti vital karena membantu pengambilan keputusan bisnis, pengelolaan kas, akses pendanaan, dan evaluasi kinerja.
- Untuk UMKM, terdapat 5 prinsip keuangan yang wajib diterapkan:
- Pisahkan uang pribadi & bisnis.
- Buat laporan keuangan sederhana.
- Miliki dana cadangan.
- Susun anggaran.
- Evaluasi rutin.
2. Struktur dan Klasifikasi Biaya
Memahami struktur biaya sangat penting untuk mengetahui komponen biaya terbesar dan meningkatkan efisiensi operasional. Biaya dalam bisnis diklasifikasikan menjadi 3 Jenis biaya:
- Biaya Tetap
- Biaya Variabel
- Biaya Semi Variabel
3. Harga Pokok Produksi (HPP)
HPP adalah fondasi dalam menentukan harga jual. Komponen utama HPP meliputi: bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Dalam perhitungannya, terdapat 2 Pendekatan yang dibahas:
- Variable Costing
- Full Costing
4. Penentuan Harga Jual
Penentuan harga jual yang tepat dapat menggunakan metode Cost Plus Pricing (CPP), yang dirumuskan sebagai berikut:
Selain itu, pelaku usaha harus mempertimbangkan biaya modal, risiko bisnis, dan tingkat pengembalian investasi saat menetapkan harga jual.
5. Break Even Point (BEP)
Konsep Break Even Point (BEP) digunakan untuk perencanaan laba, penentuan target penjualan, dan simulasi perubahan harga atau biaya. BEP (Unit) dihitung dengan rumus:

Melalui training ini, peserta diajak memahami pentingnya laporan keuangan sederhana dalam menjaga arus kas dan menilai kinerja usaha. Training ini menekankan bahwa tantangan utama UMKM bukan hanya bagaimana menjual lebih banyak, tetapi bagaimana mengelola arus kas dan biaya dengan efisien. Diharapkan, kolaborasi bersama Lazuna ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya bisnis yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada profitabilitas. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dapat membantu tim Lazuna Chiken menerapkan sistem keuangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ingin menghadirkan training serupa di perusahaan atau tim Anda? Hubungi PPBM Kalla Institute dan wujudkan pembelajaran yang relevan sesuai kebutuhan organisasi Anda!
